Dec
22
Filed Under (children) by sitasembiring on 22-12-2008

Mempunyai halaman rumah yang luas dan indah merupakan dambaan bagi setiap pemilik rumah. Namun dengan halaman rumah yang sempit bukan berarti si pemilik rumah tidak dapat menikmati dan memanfaatkannya. Halaman rumah yang sempit pun dapat kita manfaatkan, baik itu untuk santai, menyalurkan hobi ataupun untuk membantu para ibu mengurangi biaya belanja dapur mereka.
Bersantai di atas rumput yang hijau di halaman rumah kita merupakan hal yang asyik, untuk itu kita perlu menanami halaman rumah dengan rumput agar kita dapat duduk bersantai di atasnya. Bagi para pemilik rumah yang hobi menanam pekarangan rumah bisa dijadikan tempat untuk menyalurkan hobi. Halaman rumah dapat di tanami dengan bunga ataupun tumbuhan kayu penghasil buah seperti, mangga, jambu air, pisang, pepaya, belimbing dll, atau mungkin para ibu perlu melirik pekrangan rumahnya dan mulai menanam tanaman kebutuhan dapur.
Melihat kenyataan perekonomian dewasa ini, para ibu harus extra ketat dan hati-hati dalam berbelanja, kalau tidak uang belaja kebutuhan sehari-hari untuk satu bulan tidak akan cukup mengingat sebagian besar biaya kebutuhan pokok di pasar terus naik. Untuk menyiasati hal tersebut, sebaiknya para ibu mulai melirik ke pekarangan rumah.

Apa saja yang dapat di tanaman di pekarangan yang sempit? mungkin pertanyaan itu yang terbetik di benak para ibu. sekarang mari kita kembali kedapur, lihat kebutuhan apa saja yang dapat kita tanam. Umumnya para ibu sudah mulai menanam serai dan kunyit di pekarangan rumah dekat dapur. Selai serai dan kunyit kita juga dapat menanam lengkuas, jahe, jeruk purut, jeruk nipis, daun pandan, daun kari, kangkung, daun ubi, kacang panjang dan belimbing sayur.

Kemudian timbul Apa cukup pekarangan yang sempit di tanami dengan tanaman sebanyak itu? Jawabnya cukup, mari kita coba menyiasatinya. Untuk tanaman seperti kunyit, lengkuas, serai, daun pandan dll dapt di tanam di pekarangan yang paling sempit, misalnya pekarangan samping rumah. Jeruk purut, jeruk nipis dan belimbing sayur dapat di tanam di pekarangan depan rumah atau pekarangan yang sedikit lebih luas dari pekarangan samping, sedangkan kacang panjang dapat kita tanam di dalam polybag, batang ubi bisa kita jadikan pagar dan kangkung dapat kita taman di dekat dapur.

Apasih untungnya? Dengan kita menaman tanaman kebutuhan dapur akan menghemat pengeluaran belanja para ibu. Kita ambil contoh misalnya ibu-ibu menanam kunyit, daun pandan dan belimbing sayur di pekarangan rumah maka ibu akan dapat langsung memetiknya. Atau sesekali ibu ingin buat sambal terasi maka para ibu akan dapat memetik langsung daun ibu yang segar dari batangnya untuk direbus.

kalau kita hitung-hitung, misalnya ibu ingin memasak rendang ayam hari ini, sebelum ibu pergi berbelanja lihat ke pekarangan rumah bumbu-bumbu apa saja yang sudah tersedia (daun kunyit 1000, daun jeruk purut 1000, lengkuas 1000, serai 1000, kunyit 1000). Bila bahan tersebut diatas sudah tersedia, para ibu hanya perlu membeli cabai merah, bawah merah, bawang putih, dan santan. Dalam sehari para ibu dapat menghemat belanjaan 5000 untuk bumbu yang telah tersedia di pekarangan rumah apabila kita  kalikan dengan 30 hari maka  ibu dapat menyisihkan uang sebesar 150.000 dalam sebulan, apabila hal tersebut dapat di jalankan minimal satu tahun maka kita menyimpan dana sebanyak 1800.000 bukankah ini namanya penghematan?

Maka para ibu mari mulai sekarang kita manfaatkan pekarangan rumah kita dengan menanam tanaman kebutuhan dapur ditengah krisis ekonomi yang terus melanda kita dan kita tak tau kapan akan berhenti.

Dec
18
Filed Under (Family) by sitasembiring on 18-12-2008 and tagged , , ,
malam ini, aku duduk di beranda rumahku berbincang bincang dengan suami dan kedua putriku tercinta, Farah Nurul hayati (2 thn) dan Zora Riazky Salsabila (4 bulan).
Tanpa ku sadari ternyata bulan sedang tersenyum indah padaku. Hanya keluguan farah yang membuatku terhenyak ketika dia berkata dengan bahasanya anak anaknya “MI, Lan.. Bi, Lan..Bi.. Mi.. Lan nyum…. dan serta merta aku dan suami ku pun melayangkan mata ke pada bulan kepada bintang, dan Subhanallah Bulan sedang tersenyum kepada ku dan keluargaku…….. Subhanallahhhhhhh…. Hanya Allah yang tau apa maksudnyaaaaa…. atau Allah ingin memberi tahukan kepada kita bahwa dalam hidup kita harus tetap tersenyum, dalam menghadapi semua cobaan, baik itu yang senang atau pun yang menyedihkan.
Yang jelas ku tahu malam ini dan ku saksikan dengan mata kepalaku bahwa bulan pun dapat tersenyum dengan senyum nya yang manis walau pun sedikit demi sedikit pudar di sapu awan kelam dan hitam. Ternyata dengan senyum semua akan menjadi indah……. Dan mengapa masih ada manusia yang mahal memberikan senyuman kalau ternyata senyuman memberikan kebahagiaan?
Dec
18
Filed Under (Enviromental, Health) by sitasembiring on 18-12-2008 and tagged , , , ,

Dalam kehidupan sehari hari, seorang ibu banyak menghabiskan waktu nya di dapur, aktivitas ini juga berhubungan dengan air. Para ibu selalu bahkan setiap saat berhubungan dengan air baik itu untuk mencuci piring, pakaian, memasak, mandi dan lain sebagainya. Aktifitas rumahan itu menghasilkan air limbah.

Untuk daerah perkotaan penampungan air limbah menggunakan parit-parit (got) yang terhubung dan sambung menyambung dan berhulu ke sungai, waduk, danau bahkan laut. Sedangkan warga di pedesaan jarang sekali yang mempunyai drainage system seperti di perkotaan.

Masyarakat desa cenderung mengalirkan air limbah ini kelahan yang di milikinya ataupun dengan menggali lubang untuk penampungan limbah cair ini. Disitus - situs internet banyak sekali penjelasan tentang proses pengolahan limbah ini, namun proses ini lebih kepada skala besar bukan untuk ukuran rumah tangga dan juga lebih banyak menggunakan proses kimiawi. sampai sejauh ini belum ada lembaga atau masyarakat yang dapat mengolah air limbah tersebut secara biologis dengan menggunakan proses tumbuhan ataupun alam agar air tersebut bermanfaat, paling tidak air limbah yang diolah secara biologis tersebut dapat di jadikan kolam pemeliharaan ikan, atau untuk menyiram tanaman.

Dec
17
Filed Under (children) by sitasembiring on 17-12-2008 and tagged , , ,

Satu minggu ini adalah hari hari yang mengejutkan bagiku dan abi, tak terbayangkan oleh ku di usianya yang masih balita ( 2 tahun, 2 bulan ) anakku sudah sangat dewasa dan pengertian.
Hari Minggu kemaren abi ku mulai kembali bekerja setelah 2 bulan lamanya dia menolak semua pekerjaan. Maklum ibuku sudah pulang kampung dan kami belum ada orang untuk menjaga anak dan menjaga rumah, jadi Abi yang mengalah untuk menjaga anak dan mengurus rumah untuk sementara waktu.

Namun beberapa minggu yang lalu ada teman Abi yang selalu datang kerumah dan minta tolong agar Abi mau bekerja. Abipun tidak enak hati dan kasihan karena temannya selalu datang kerumah dan meminta abi untuk bekerja. Akhirnya diputuskanlah hari minggu abi akan mulain bekerja. Kamipun mulai mencari - cari orang yang mau menjaga anak kami, dan syukurnya ada tetangga yang mau menjaga anak kami.

Sabtu malam minggu ku coba bicara dan memberikan pengertian pada si Farah dan adiknya si Zora ( 5 bulan ) mungkin aneh kedengarannya tapi aku yakin anak - anakku mengerti dan faham dengan apa yang aku bicarakan. Ku beritahukan kepada ke duanya bahwa besok Abi mulai bekerja, kakak dan adik harus baik budi dan pengertian karena abi bekerja untuk mencari rezeki dan uang agar kakak bisa pergi kesekolah, beli baju baru dan beli ikan ( hal- hal ini adalah hal yang paling disenangi anakku) juga agar abi bisa membeli susu adik. Malam itu aku juga meminta pada abi untuk memberikan pengertian yang sama terhadap Farah dan zora.

Awalnya aku merasa dia tidak perduli dengan apa yang ku utarakan padanya mungkin karena sikapnya yang seolah oleh cuek dengan pembicaraan ku dan abi. Tapi alangkah terkejutnya aku, ketika keesokan harinya kakek (bapak mertua) bertanya kepada si Farah dengan bahasa acehnya ” Abi hoe Farah?” dengan spontan dia menjawab dengan bahasa cadelnya “Ta, Peng. Ta peng jak olah, blo kuet”, maksudnya MITA PENG JAK SIKULA, BLOE ENGKUT( cari dua untuk pergi kesekolah dan untuk beli ikan). Anakku ternyata menangkap semua perkataanku dia menjelaskan kepada kakeknya bahwa abinya cari duit untuk dia agar bisa pergi ke sekolah dan membeli ikan ( mungkin karena ikan adalah makanan favorit dia).

Karena hari senin aku harus mulai bekerja, minggu malam seninnya pun aku dan abi memberikan pengertian kepada keduanya. Ku jelaskan padanya bahwa mulai besok ketika abi dan umi akan berangkat kerja, dia dan adik akan di temani dan di jaga oleh kak atun, dan tetap dengan respon sebelumnya dia hanya diam dan cuek saja. akupun tak perduli dengan responnya karena aku yakin anakku mengerti tapi hati ini masih saja khawatir karena aku belum pernah menitipkan anak di rumah orang lain, aku takut kalau kalau dia rewel, jahil ataupun mengajak adiknya menangis dan kekahwatiran yang lain dengan segala sikap kemanjaannya yang akan membuat orang lain repot.

Seperti hari - hari biasanya, anak - anakku bangun jam 6.30 pagi mereka sudah terbiasa bangun pagi dan langsung ke kamar mandi untuk mandi termasuk juga si zora yang masih bayi, akan selalu rewel apabila lewat jam 7 pagi tak juga di mandikan, seolah olah dia ingin berkata” Umi adek juga mau mandi, kan adek gatal dan gerah semalam kena ompol”. Sebelum semuanya berangkat untuk bekerja kami selalu membiasakan sarapan pagi termasuk juga si Farah, setelah semuanya sarapan dan berkemas - kemas kami pun bergegas untuk pergi bekerja di tempat kami masing - masing, tak lupa kami membawa si Farah dan si Zora untuk di titipkan kepada kak Atun. Sepertia hari hari biasanya sebelum pergi bekerja si Farah mencium tangan ku dan Abi, ku biasakan juga si Zora untuk mencium tanganku. Rasanya berat untuk berangkat kerja, tak tega melihat wajah - wajah lugu anakku melepaskan keberangkatanku dan abi, tapi apa boleh buat karena sudah tugas kami pun harus pergi. Dengan senyum manisnya Farah melambaikan tanganya kepada kami, dia tidak menangis ataupun meronta - ronta seperti anak - anak kecil lain nya di tempatku tinggal yang apabila di tinggalkan oleh kedua orang tuanya akan menangis,meraung - raung dan menjerit sekeras-kerasnya. Duh Farah dengan senyum manismu itu umi semakin tak tega meninggalkanmu, hati kecil ini berkata.

Seharian bekerja di kantor hatiku tak tenang, akupun sulit konsentrasi terhadap pekerjaan, rasanya ingin pulang cepat. tapi karena tugas dan email yang sudah kutinggalkan berhari - hari selama cuti sudah menumpuk akhirnya aku dapat melupakan sejenak senyum manis kedua anakku. Hingga sore harinya aku pulang lebih cepat 15 menit dari jam kantorku, aku tak mau anakku terus menangis dan selalu rewel karena ku titipkan dirumah orang lain. ku melaju dengan kendaraanku lebih cepat dari biasanya, aku terus terbayang wajah wajah anakku. Tapi sungguh senangnya hatiku ketika aku sampai di rumah kak Atun ku lihat si Farah sedang asyik bermain dengan anak tetangga kak Atun dan si Zorapun sedang bercanda dengan kak Atun. Para tetangga kak Atun bilang ke dua anakku baik budi seperti anak yang sudah terbiasa bermain di lingkugan itu, dan kalau di tanya mana abi dan uminya dia menjawab “JA, ARI UIT, GI KOLAH, ELI ITAN ( pergi bekerja, mencari duit, untuk pergi sekolah dan membeli ikan). Alhamdullilah hatikupun  mejadi tenang, segala kekhawatiranku sirna karena ternyata anakku begitu pengertian, seolah-olah dia tau apa itu bekerja.

Sering aku merenung degan segala sikap dan pengertian yang selalu di perlihatkan si Farah kepada kami, dia terlau dewasa dari usianya yang masih dua tahun sedangkan anak-anak seuisia dia di tempatku tinggal masih belum mengerti tentang kesibukan orangtuanya, masih belum mengerti apa itu cari uang. Namun aku selalu bersyukur kepada Allah, karena DIA telah memberikan aku suami terbaik, anak - anak terbaik dan juga orang - orang terbaik dalam kehidupanku.

Apr
29
Filed Under (Health, children) by sitasembiring on 29-04-2008 and tagged , , , ,

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak sekolah dasar khususnya pendidikan kesehatan maka upaya pnebinaan kesehatan pada anak usia sekolah di sekolah dasar perlu dikembangkan. mengingat kelompok anak usia sekolah adalah kelompok yang paling potensial untuk penyebaran informasi kesehatan dan sebagai sumber daya manusia yang paling baik dalam pengembangan dan pembangunan khususnya di bidang kesehatan. Salah satu upaya peningkatan kualitas kesehatan anak usia sekolah adalah dengan penbinaan pelayanan kesehatan anak sekolah melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan formal haruslah melaksanakan Trias UKS, yaitu:

  1. Pendidikan kesehatan
  2. Pelayanan kesehatan
  3. Pembinaan lingkungan sehat.

Agar Trias UKS ini dapat terlaksana dengan baik maka sekolah harus mampu dan menjadi suatu tempat yang dapat meningkatkan derajat kesehatan peserta didiknya. dengan tidak lupa berpegang teguh pada tujuan UKS yaitu untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan prilaku hidup bersih dan sehat (good behavior change) dan derajat kesehatan peserta didik dan masyarakat sekolah serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal bagi para peserta didik.

Ada 6 ciri utama sekolah sehat yang mempromosikan dan meningkatkan kesehatan, yaitu:

  1. Pihak -pihak yang concern dengan kesehatan disekolah. sekolah melibatkan berbagai pihak untuk upaya meningkatkan derajat kesehatan sekolah, diantaranya: peserta didik, orang tua/wali murid, komite sekolah, tokoh masyarakat, masyarakat sekitar sekolah dan dinas yang terkait dengan kesehatan sekolah.
  2. Menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan aman, meliputi ketersedian air yang cukup bagi masyarakat sekolah (school community), ketersediaan fasilitas sanitasi dan jamban yang baik, pekarangan sekolah yang bersih, indah, aman dan bebas dari segala macam bentuk kekerasan dan pengaruh - pengaruh negatif serta bebas dari penyalah gunaan zat-zat perbahaya dan pelecehan sexual.
  3. Adanya pendidikan kesehatan dengan cara pemberian pelatihan (training) uks bagi guru-guru, orang tua murid dan masyrakat sekitar sekolah, pelatihan dokter kecil, memberikan ketrampilan hidup yang mendukung kesehatan fisik, mental dan sosial, mengintegrasikan pendidikan kesehatan kedalam kurikulum sekolah yang mampu meningkatkan sikap dan prilaku positif peserta didik terhadap kesehatan.
  4. Memberikan kesempatan (akses) terhadap pelayanan kesehatan di sekolah, yaitu dengan cara mengadakan penjaringan kesehatan bagi siswa baru, diagnosa dini, pemantuan perkembangan, imunisasi, pemberian makanan tambahan, penyuluhan kesehatan gigi dan mulut,serta pengobatan sederhana.
  5. menerapkan kebijakan-kebijakan yang berupaya untuk mempromosikan kesehatan di sekolah. Kepala sekolah membuat kebijakan tentang kesehatan sekolah yang di dukung oleh seluruh guru-guru disekolah, komite sekolah, orang tua dan masyarakat sekitar sekolah.
  6. Bekerja keras dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kesehatan disekolah dan masyarakat sekitar sekolah. Dengan adanya partisipasi sekolah dalam kegiatan-kegiatan kesehatan maka seluruh komponen masyarakat akan tergugah utuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat.